Rakyat Kecil Jangan Sampai Berurusan dengan Hukum

Benar memang jika seseorang melakukan pelanggaran hukum harus di jatuhi hukuman sebagai sangsi atas perbuatannya. Akan tetapi hal yang tidak wajar dalam hukum kita adalah ketidakpastian dan ketidaktegasan bagi pelanggar hukum yang ber”UANG”.

Pencuri tiga buah kakao berharga Rp 1500 di hukum 3 bulan penjara, sedangkan koruptor yang memakan uang rakyar ber triliun-triliun bisa bebas bersyarat, bahkan yang sudah di tetapkan sebagai tahanan kota malah justru bisa bebas keluar kota.

bahkan muncul lelucon dimasyarakat bahwa, itu semua salah rakyat kecil, kenapa tidak bisa membayar MARKUS?

Hukum di Indonesia adalah hukum yang komersil, artinya hukum dapat dengan mudah diperjualbelikan. Ini adalah fenomena yang tidak dapat di bantah lagi.

Tidak jarang beberapa aparat hukum yang bertugas menegakkan hukum, justru malah menjadi pelaku pelanggaran hukum bahkan menjadi pelindung pelanggar hukum

sebagai contoh:

ada cerita dari teman, dia mengendarai motor di jalan berdua dengan temannya. kemudian dia di tangkap polisi lalu lintas karena temannya yang membonceng dibelakang tidak memakai helm. polisi tersebut tidak memberikan surat tilang, tetapi malah meminta denda uang langsung. kemudian teman saya bertanya “pak, kenapa tidak di kasih surat tilang?biar saya bisa sidang?” dan polisi itu menjawab “kamu itu jangan sok tau, saya ini lebih tau tentang hukum daripada kamu”

lalu bagaimana negara Indonesia ini dapat berubah menjadi lebih baik, jika para penegak hukum malah sebagai dalang pelanggaran hukum?

beberapa wakil rakyat dikepemerintahan juga terkadang lupa diri, mereka bertindak semena-mena dan lupa bahwa mereka dipilih rakyat untuk menjalankan tugas mereka mengayomi dan menyampaikan aspirasi rakyat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Rakyat Kecil Jangan Sampai Berurusan dengan Hukum"

Posting Komentar